Ki Asep Sunandar Sunarya

DalangSeno.com– Asep Sunandar Sunarya, bukan nama aslinya. Beliau adalah putra ke Tujuh dari 13 bersaudara dari pasangan Abeng Sunarya dan Tjutjun Jubaedah. Ia lahir di Bandung pada Tanggal 3 September 1955. Berbeda dengan dalang lainnya, Asep Sunandar Sunarya adalah Maestro Dalang Wayang Golek yang pernah dimiliki Indonesia.

Asep Sunandar Sunarya
Asep Sunandar Sunarya

Asep Sunandar Sunarya : Lahir dan Besar Tanpa Nama

Ada cerita yang sangat unik pada saat kelahiran dalang satu ini, dimana sang Ibunda sebelumnya pernah bermimpi dimana Ibunda seperti mendapat pesan kalau dia melahirkan anak ke-7, maka anak tersebut tidak boleh diberi nama. Dan ternyata bayi ke Tujuh itu adalah Ki Asep Sunandar Sunarya.
Cerita pemberian nama berawal ketika ternyata Bayi Ki Asep Sunandar diberikan kepada Bibinya yang kebetulan belum memiliki momongan. Sehingga beliau dibesarkan oleh Bibinya. Kala itu sang bibi bingung harus memanggilnya apa, sehingga muncul lah ide untuk memanggalnya Sukana, yang berarti sesukanya, sedangkan nama Asep merupakan panggilan masyarakat Sunda untuk anak laki-laki. Maka sejak saat itu Bayi tanpa nama itu dipanggil Asep Sukana Sunarya.
Setelah 16 tahun, Sukana baru diberi tahu siapa orang tua kandungnya yang sebenarnya. Kala itu Bibi yang mengasuh dan membesarkan Sukana mengantarnya dan menjelaskan sejarah kelahiran Sukana kepada orang tua aslinya. Dan semenjak itu, Sukana yang mulai menggemari dunia wayang sering belajar ilmu pewayangan dan pedalangan kepada sang Ayah yang juga merupakan dalang wayang golek. Hingga suatu ketika, Sang ayah mengganti nama Sukana menjadi Sunandar, sehingga sampai sekarang beliau dikenal sebagai Asep Sunandar Sunarya.

Asep Sunandar Sunarya : Prestasi

Sebagai salah satu penggiat wayang golek kala itu, Ki Asep Sunandar meraih banyak sekali penghargaan diantaranya :

Loading...
  • 1978 dan 1982 : Asep Sunandar Sunarya berhasil meraih juara Dalang Pinilih I tingkat Jawa Barat pada Binojakrama padalangan di Bandung
  • 1986 : Asep Sunandar Sunarya didaulat oleh pemerintah sebagai duta kesenian, untuk terbang ke Amerika Serikat
  • 1993 : Asep Sunandar Sunarya diminta oleh Institut International De La Marionnette di Charleville, Perancis, sebagai dosen luar biasa selama dua bulan, dan diberi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis.
  • 1995: mendapat penghargaan bintang Satya Lencana Kebudayaan.

Selain itu banyak sekali prestasi yang pernah diraih oleh Ki Asep Sunandar yaitu dengan beberapa kali menggelar pentas di Luar negeri seperti : Inggris, Belanda, Swiss, Perancis, dan Belgia.

Asep Sunandar Sunarya : Cerita Cinta

Untuk urusan rumah tangga, sepertinya cerita Ki Asep Sunandar kurang begitu indah, beliau berkali-kali mengalami kegagalan membangun bahtera rumah tangga.

  • Pernikahan Pertama : Pada umur 17 Asep Sunandar Sunarya menikah dengan wanita bernama Euis Garnewi (16 tahun) seorang Pesinden juga anak seorang Camat dan dikaruniai 1 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki yaitu: Mae Saroh, Dadan Sunandar, dan Dani. Namun nasib tak bisa ditolak, perkawinan mereka hanya bertahan hingga 7 tahun, meraka pun sepakat untuk bercerai secara baik-baik.
  • Pernikahan Kedua : Pada umur 23 tahun Asep menikah dengan Elas Sulastri (18tahun) seorang Gadis asal Lembang Jawa Barat dan dikarunia 1 orang anak lakii-laki dan 2 orang anak perempuan yaitu: Dinar Mustika, Elin, dan Gina Tridasanti. Namun, lagi-lagi pernikahannya dengan Elas kandas ditengah jalan. Usia pernikahannya dengan Elas Sulastri hanya berlangsung 6 tahun saja.
  • Pernikahan Ketiga : Pada usia 29 tahun Asep menikah lagi dengan Ati (20tahun) seorang Gadis asal Rancaekek, Bandung Jawa Barat dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Cipta Dewa.
  • Pernikahan Keempat: Pada umur 29 tahun juga Asep menikah lagi dengan Sumirat, gadis asal Cangkuang sebagai istri kedua dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberinama Gunawan Wibiksana.
  • Pernikahan kelima : Pada Usia 31 tahun Asep menikah dengan gadis cantik dari Cianjur Kadupandak yang bernama Nenah Hayati yang kala itu baru berusia 15 tahun. Karena pernikahan ini maka kedua istrinya meminta perceraian. Bersama Nenah Hayati lahirlah 6 orang anak laki-laki: Batara Sena, Gysta Gumilar Agustina, Yogaswara Sunandar, Sunan Purwa Aji, Aria Sadewa, dan Maulana Yusuf. Hingga saat ini hanya satu istri yang hidup serumah dengan Asep.

Itulah kisah percintaan pribadi seorang Asep Sunandar Sukarya, jalan kehidupan memang penuh misteri apalagi bila berbicara yang namanya Cinta. Damai di Surga Ki Asep Sunandar Sunarya, Cepotmu akan selalu menghibur kami.

Loading...

Baca Juga :


Loading...

Loading...
, , ,
Artikel Terkait
Latest Posts from DalangSeno.com