Corona berkah atau musibah

Corona: Berkah atau Musibah? – Halo sobat Ngebyar, dalangseno.com akan mencoba membahas tentang topik bahasan yang lagi hangat-hangatnya saat ini yaitu tentang Virus Corona atau Covid-19. Tapi kali ini pembahasan bukan secara medis, bukan tentang bagaimana pencegahan dan pengobatanya, melainkan kami akan membahas lebih kepada renungan spiritualitas kita atas kejadian musibah yang luar biasa ini.

Semua pasti sudah tahu banyak tentang Virus Corona ini, dari penyebaranya, keganasanya, korban yang terus neik, obat yang belum ditemukan, jumlah korban yang meninggal, tentu ini sangat memprihatinkan, kenapa? Karena Virus Corona (Covid-19) ini telah menyerang seluruh sektor kehidupan dari segi apapun dan profesi apapun. Dokter, profesor, peneliti, analis dan semua orang pintar di Dunia ini dibikin bertekuk lutut menghadapi Virus Corona ini.

Bahkan yang lebih tragis, Virus ini juga berdampak kepada sektor KeAgamaan dan Sosialitas yang menjadi keunggulan bangsa Indonesia dimana Indonesia dikenal dengan negara Agamis dan Sosialnya yang tinggi. Namun, kini semua orang dihimbau, bahkan dilarang untuk berkumpul dan berkerumun untuk keperluan apapun dan diharapkan untuk berada dirumah untuk mencegah penyebaran Virus Corona ini. Bahkah Ibadah pun saat ini diwajibkan untuk dirumah saja.

Corona berkah atau musibah
Corona berkah atau musibah

Lalu bagaimana pandangan kita Bangsa Indonesia khususnya orang jawa dalam menyikapi Virus Corona ini? Dalam sejarah orang Jawa, dulu sudah beberapa kali terjadi hal semacam ini, dalam bahasa Jawa sering disebut dengan istilah Pagebluk. Hanya saja, Pegebluk pada jaman dahulu mungkin hanya regional yang menyerang satu daerah saja, tidak seperti Corona yang menyerang seluruh Dunia seperti ini.

Lalu, apa sebenarnya Virus Corona? Apa rencana Tuhan bagi umatNya? Secara spiritual, batiniah, dan rohaniah, ini Berkah atau Musibah? Jika sepintas berpikir, pasti semua akan berpendapat bahwa ini Musibah. Ini waban dan bencana yang sangat mematikan. Tapi, jika coba merefleksikan kembali diri kita, hidup kita, kita coba memeriksa batin kita, bukan kah ini bentuk Kerinduan Tuhan pada UmatNya? Bukankah Tuhan Cemburu dengan kita umatNya yang sudah sering melupakanya dengan gemerlap dunia ditengah kesibukan dan ambisi hidup kita?

Maka, mari kita renungkan, bahwa inilah waktu yang tepat bagi kita untuk menyadari betapa sombongnya kita sebagai manusia yang kadang sibuk dengan mengumpulkan harta dunia. Lupa akan Sang Pencipta yang begitu rindu dan sayang kepada UmatNya. Jika kita menyadari, dan mampu mengakui segala kebodohan, kesalahan dan dosa kita, maka kita akan menemukan bahwa ada Berkah di balik Virus Corona.

Berkah dimana kita bisa kembali kepada diri kita, sebagai manusia yang bisa berguna dan bermanfaat bagi sesama. Percayalah bahwa Allah dapat dengan mudah mengambil, menghilangkan dan mengusir wabah ini dari muka bumi, asalkan kita sebagai umatnya dengan cepat memahami panggilan Allah atau kerinduanNya.

Mari menikmati waktu ini, gunakan untuk menemukan Tuhan dalam sepi, sendiri, dalam hati kita masing-masing atau dalam keluarga kita sendiri. Jangan lupa Doa untuk siapa saja yang harus berjuang memasang badan untuk menyembuhkan pasien Corona. Bukan hanya dokter dan tenaga medis, tapi juga masih banyak lagi tenaga-tenaga yang bekerja dengan berani tanpa terlihat oleh media dan kadang tak mendapatkan puji.

Semoga melalui seni, khusunya Wayang, kita semakin dekat denga Tuhan dan semakin sayang dengan alam. Ingat, wayang bukan hanya Tontonan, tapi Juga Tuntunan. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan, keselamatan dan keberkahan.

, ,
Artikel Terkait
Latest Posts from DalangSeno.com