Ki ANom Suroto
Pementasan Ki Anom Suroto
Pementasan Ki Anom Suroto

Anom Suroto Lahir di Klaten Jawa Tengah pada Tanggal 11 Agustus 1948. Anom Suroto juga merupakan salah satu Dalang Kewahyon karena beliau mewarisi darah dalang dari Ayahnya yaitu Ki Sadiyun Harjadarsana. Sejak dari Sekolah Dasar Ki Anom Suroto sudah mulai mempelajari wayang dan belajar mendalang, dan lewat bimbingan sang ayah semakin besar bakatnya semakin terlihat.

Kala itu adalah masa kejayaan Sang Maestro Dalang Ki Nartosabdo, maka oleh sebab itu Ki Anom Suroto juga belajar banyak tentang ilmu pedalangan dari sang Maestro Ki Nartosabdo. Tak cukup hanya belajar dari sang Ayah dan Sang Maestro, Ki Anom Suroto juga menimba ilmu pedalangannya dengan mengikuti Kursus Pedalangan yang diselenggarakan oleh Himpunan Budaya Surakarta. Selain itu Ki Anom Suroto juga sempat belajar di Surakarta dan Yogyakarta.

Baca Juga : Ki Narto Sabdo, Sang Maestro dan Pahlawan Seni Indonesia.

Karir Ki Anom Suroto mulai melesat yaitu ketika beliau berhasil tampil di RRI pada tahun 1968 setelah melewati seleksi yang sangat ketat kala itu. Sejak saat itu namanya semakin dikenal dan mulai banyak sekali menerima permintaan pementasan.

Ki Anom Suroto duet dengan Ki Manteb Soedharsono
Ki Anom Suroto duet dengan Ki Manteb Soedharsono

Karena lahirnya ditahun yang sama dengan Ki Manteb Soedharsono, maka tidak heran jika hubungan persahabatan mereka begitu dekat. Puncak dari keakraban mereka yaitu ketika mereka berdua melakukan Duet maut dalam sebuah pementasan pagelaran wayang yang diadakan di  Marakash Square, Bekasi, Jawa Barat pada Tahun 2016 yang lalu. Peristiwa itu merupakan peristiwa bersejarah di dunia pewayangan karena mereka berdua merupakan maestro dalang Indonesia.

Baca Juga : Ki Manteb Soedharsono, Dalang Setang Raja Sabet.

Untuk perihal prestasi, berikut merupakan beberapa prestasi yang berhasil di ukir oleh Ki Anom Suroto :

  • Satu-satunya Dalang Indonesia yang sudah pernah pentas di 5 Benua.
  • Tahun 1995 Ki Anom Suroto memperolah Satya Lencana Kebudayaan RI dari Presiden Soeharto.
  • Pada tahun 1993 Ki Anom Suroto terpilih sebagai dalang kesayangan dalam rangka Pekan Wayang Indonesia VI-1993.
  • KI Anom Suroto menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat PEPADI, untuk periode 1996 – 2001.
  • Pada 1997 diangkat sebagai Bupati Sepuh dengan nama baru Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Lebdonagoro dari Keraton Surakarta.

Selain mendalang, Ki Anom Suroto mengisi kesehariannya dengan begitu banyak kegiatan antara lain sering mengadakan sarasehan dan melakukan Pembinaan Dalang Muda. Selain itu Ki Anom Suroto juga rajin menciptakan karya seni berupa lagu atau gendhing jawa. Lagu hasil karya Ki Anom Suroto antara lain : Nandur ngunduh, Salisir, Satria Bhayangkara, dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini jadwal pentas Ki Anom Suroto masih terbilang padat sebagai salah satu dalang yang senior. Penampilannya tetap memiliki tempat bagi penikmat wayang purwa di Nusantara. Bagi Ki Anom Suroto dalang dan wayang sudah merupakan hidupnya, baginya selama masih bisa menghibur para penonton maka beliau belum ingin berhenti berkarya. Semangat Ki Anom Suroto untuk terus melestarikan Wayang harus diberi apresiasi yang tinggi oleh Negri ini.

, , , , ,
Artikel Terkait
Latest Posts from DalangSeno.com