aja ketungkul marang kalungguhan
pitutur jawa
pitutur jawa

Pitutur jawa yang merupakan warisan leluhur budaya jawa sangat banyak, sangat indah dan sangat penuh makna jika kita mengerti maksudnya. Peradaban Jawa memang sudah maju sejak dahulu, bahkan ada yang percaya bahwa Jawa memiliki peradaban paling maju di Dunia.

Coba mari kita pikirkan dengan lebih objektif, betapa hebatnya para leluhur jawa dulu bisa menghasilkan begitu banyak pitutur atau petuah atau nasehat yang luar biasa bijak. Padahal saat itu mereka belum mengenal Agama, Kitab Suci dan belum memiliki pendidikan canggih seperti sekarang. Namun rasa pemujaan mereka terhadap sang Pencipta, rasa syukur iklas dan nerimo nya mereka melebihi kita yang saat ini katanya sudah berAgama.

Maka mari kita kembali membaca dan memahai pitutur dari nenek moyang kita ini, dan mari kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari supaya dapat tercipta kedamaian dan keharmonisan di hidup dan bumi kita. Berikut beberapa pitutur jawa yang sangat mendalam maknanya :

  • Nrimo Ing Pandum

Nrimo Ing Pandum = Menerima dalam pembagian yang artinya setiap manusia sudah memiliki takdirnya sendiri, maka terimalah dan syukuri apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita karena semua itu pasti baik adanya.

  • Jarkoni ( Iso Ujar Raiso Nglakoni )

Artinya yaitu seorang yang hanya bisa bicara atau menasehati, tapi tidak bisa melakukan. Pesannya adalah jadi manusia jangan hanya bisa bicara, tapi jadi manusia harus berani bicara berani berbuat.

  • Becik kethitik Ala Ketara

Artinya yaitu segala bentuk kebaikan sekecil apapun itu pasti suatu saat akan terkenang dengan baik, tapi keburukan sekecil apapun dan disembunyikan seperti apapun suatu saat pasti akan ketahuan juga.

  • Urip iku wang sinawang

Wang sinawang itu artinya saling memperhatikan, maknanya bahwa kehidupan orang lain kita pandang enak dan nikmat itu belum tentu enak, tapi sebaliknya kehidupan kita yang terasa berat dan susah kadang malah dipandang enak oleh orang lain.

Baca Juga : Jadwal Wayang Dalang Seno Nugroho September 2019

  • Ngunduh wohing pakarti

Memanen hasil kebaikan, artinya jika kita berbuat baik kepada siapa saja, kelak suatu saat kita juga pasti akan mendapatkan pertolongan dari orang lain ketika kita sedang mendapatkan kesulitan, oleh sebab itu jangan pernah takut ragu dan bosan untuk menanam kebaikan.

  • Witing tresna jalaran saka kulina
witing trena jalaran saka kulina
witing trena jalaran saka kulina

Artinya bahwa rasa cinta atau suka itu bisa lahir dari kebiasaan, bukan hanya dari pandangan pertama. Maka tidak heran jika jaman dahulu banyak sekali pasangan yang dijodohkan namun rumah tangga mereka bisa langgeng karena merek berpegang pada pitutur ini.

  • Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto Dhur Angkoro (Mempercantik keindahan dunia, memberantas angkara murka)

Ini salah satu pitutur agung dan mulia, bahwa setiap orang harus mampu menciptakan kebaikan bagi dunia dan melawan segala macam kejahatan. Pitutur ini sangat tepat bagi para pemimpin atau pejabat yang mengemban amanat rakyat.

  • Ojo Dumeh, Ojo Gumunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman

Ojo dumeh : saat kita sedang berada diatas, jangan pernah sombong dan harus tetap rendah hati.

Ojo Gumunan : tidak usah cepat kagum dengan segala sesuatu yang sepertinya terlihat baik, karena belum tentu itu benar-benar baik.

Ojo Kagetan : tidak usah gampang kaget, panik, atau bingung jika menerima sesuatu yang mencengangkan supaya kita tidak mudah terkena tipu.

Ojo Aleman : jangan manja, hidup ini keras dan penuh perjuangan. Jadi harus kuat, mandiri dan tidak manja.

Baca juga : Wayang Kulit Berasal dari Daerah Jawa, China atau India?

  • Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka ( Jangan sok pintar nanti tersesat, jangan berbuat curang nanti celaka)

Keminter itu artinya sok pintar, orang yang sebenarnya tidak benar-benar pintar tapi sok pintar dihadapan orang lain, orang yang sok pintar ini akan muah tersesat ( keblinger ) karena dia tidak benar-benar menguasai apa yang ia bicarakan.

Ojo cidra artinya jangan curang, karena kecurangan hanya akan membawa kita kepada celaka.

  • Alang Alang Dudu Aling Aling Margining Kautaman

Artinya yaitu Kesulitan bukanlah penghalang untuk mencapai sebuah tujuan, cita-cita atau niat baik kita. Justru kesulitan itulah yang membuat kita lebih kuat dan lebih hebat lagi.

  • Aja Rumongso Bisa, Nanging bisa Rumangsa

Tidak usah merasa kita yang paling bisa, tapi jadilah orang yang bisa merasa bahwa diri kita belum apa-apa, sehingga kita terhindar dari rasa sombong, sok pintar, dan sok tau.

  • Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
Surya Dira Jayaningrat lebur dening pangastuti
Surya Dira Jayaningrat lebur dening pangastuti

Maknany yaitu segala bentuk kejahatan, apapun itu seperti keras kepala, pemarah, picik akan kalah dengan sikap yang lembut, bijak dan sabar.

  • Urip Iku Urup

Hidup itu Menyala, artinya hidup itu harus mampu menerangi. Kita harus menjadi terang bagi orang-orang disekitar kita, seperti lilin yang mengorbankan dirinya demi memberikan terang bagi sekelilingnya.

  • Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Artinya yaitu jangan sakit hati, kecewa atau putus asa ketika sedang tertimpa musibah, dan jangan sedih ketika kehilangan.

Baca Juga : Pelawak Dagelan Pengisi Limbukan Paling Populer 2019

  • Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha

Ngluruk tanpa bala : artinya yaitu menyerbu tanpa pasukan, atau bahasa lainya yaitu kita harus memiliki sifat Ksatria yang berani datang kepada masalah tanpa harus membawa massa.

Menang tanpa ngasorake : artinya yaitu bagaimana kita bisa menjadi pemenang namun tanpa merendahkan orang yang kita kalahkan.

Sekti tanpa aji-aji : artinya yaitu supaya kita bisa menjadi orang yang dihormati namun bukan karena jabatan atau kekuasaan kita melainkan karenan kebaikan dan kebijaksanaan kita.

Sugih tanpa bandha : artinya yaitu jadilah orang yang bukan kaya secara harta duniawi, tapi menjadi orang yang memiliki banyak teman, kasih sayang, pengalaman, pengetahuan.

  • Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman

Artinya yaitu jangan terbelenggu dengan keinginan akan Harta, Tahta dan Wanita. Harta, kekuasaan dan kepuasan pribadi hanya akan membutakan mata hati kita terhadap kebaikan.

  • Alon-alon waton klakon

Artinya dalam setiap usaha dan perjuangan, kita tidak usah terlalu terburu-buru, melainkan lakukan dengan sabar, teliti, ulet, dan tidak mudah putus asa maka segala cita-cita kita pasti akan tercapai.

  • Aja Adigang, Adigung, Adiguno

Artinya yaitu jangan somboh akan kepandaian, kekayaan atau kekuasaan yang kita miliki, tetaplah rendah hati, sopan santun dan tata krama kepada siapapun.

  • Ajining diri dumunung ana ing lathi

Artinya yaitu berharga atau tidak nya diri kita itu tergantung dari ucapan kita. Apabila kita sering memfitnah, berdusta, berbohong, menipu, maka orang tidak akan memiliki kepercayaan kepada kita dan diri kita tidak akak berharga lagi.

  • Mangan ora mangan sing penting ngumpul

Pitutur ini merupakan pitutur yang sudah sulit dilaksanakan oleh orang sekarang ini, kemajuan jaman, pendidikan dan tuntutan pekerjaan saat ini membuat banyak keluarga harus berpisah jarak. Untungnya saat ini teknologi sudah maju, dengan adanya smartphone maka kita bisa selalu melakukan video call kepada keluarga kita yang jauh.

Itulah beberapa pitutur jawa yang saat ini sudah banyak dilupakan, oleh sebab itu akan lebih baik jika kita kembali mengingatnya dan mengajarkanya kepada anak-anak kita karena pitutur-pitutur itu bukan hanya kata-kata kiasan belaka, jika kita mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari hari maka niscaya hidup kita akan sehat, selamat dan bahagia dunia akhirat berkat pitutur jawa itu.

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Latest Posts from DalangSeno.com