Bambu Jawa Penolak Corona

Panangkal Corona (Covid-19) sampai saat ini belum ditemukan, pencegehan terus diupayakan namun jumlah positif Corona masih terus saja bertambah. Sampai dengan penghujung April 2020 ini, jumlah positif Corona sudah hampir menembus angka 10.000 orang. Tentu ini sangat menghawatirkan dan memprihatinkan. Kendati jumlah pasien sembuh juga semakin banyak daripada yang meninggal, tapi ini bukanlah kabar baik bagi masyarakat.

Selain wabah pandemi Covid-19 yang masih merajalela, masyarakat juga saat ini sudah mulai diambang kebingungan dan keputus asaan. Bosan, jenuh, bingung, stress, lapar, tak punya uang, tak punya makanan, dituntut bayar kontrakan, tagihan, cicilan, di PHK, tidak mendapat gaji, tidak punya penghasilan, tentu ini menjadi keresahan yang sangat luar biasa bagi rakyat kecil di Indonesia.

Apakah cukup itu saja? Belum! Rakyat Indonesia saat ini masih ditambah oleh perasaan gundah karena tidak bisa mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441H ini dikampung halaman. Larangan untuk mudik, PSBB di berbagai daerah, penutupan jalan, lockdown, penolakan warga terhadap para pemudik, ini semua tentu menambah beban kebingungan bagi banyak orang di Indonesia.

Dan yang tak kalah ngerinya lagi, akhir-akhir ini diberbagai daerah di Indonesia terutama Pulau Jawa, kriminalitas melonjak tajam. Maling, begal, jambret tak peduli siang atau malam saat ini meraja lela dan motifnya juga beraneka ragam. Sudah susah, masih harus ditambah rasa gelisah dan resah. Inilah situasi Indonesia saat ini.

Tak ada Doa yang lebih Utama saat ini selain memohon kepada yang Maha Kuasa semoga pandemi virus Corona (Covid-19) ini segera berlalu. Dan disaat seperti ini, segala doa dan upaya untuk mencegah dan memohon kepada yang Maha Kuasa pun banyak dilakukan oleh seluruh Agama dan kepercayaan. Yang menarik bagi saya untuk saya bahas kali ini adalah berawal dari sebuah video Youtube yang berisi tentang pemasalahan yang sedang terjadi saat ini menurut Sosok orang tua penganut Kepercayaan Jawa.

Mbah Mongin Kediri
Mbah Mongin Kediri

Beliau adalah Mbang Mongin yang berasal dari Kediri. Mbah Mongin merupakan sesepuh dsn Nglarangan yang Lahir pada tahun 1919. Beliau adalah salah satu pelaku dan saksi sejarah pada zaman Belanda, Jepang, dan saat anak bangsa saling berperang, Beliau juga menolak dana pensiun perjuangan, karena beliau tegas berprinsip: “berjuang itu bukan untuk mendapatkan sesuatu dari negara, tetapi memberikan sesuatu untuk negara”

Beliau adalah sosok yang sudah sangat Tua, namun masih sangat sehat sampai saat ini. Penglihatan dan pendengaran yang biasanya banyak mengalami penurunan di kebanyakan orang-orang tua jaman dahulu pun tidak dialami oleh Mbah Mongin. Beliau tetap memiliki penglihatan dan pendengaran yang sangat baik.

Dalam youtube tersebut, Mbah Mongin banyak sekali menceritakan tentang sejarah Jawa, ilmu jawa, sejarah Indonesia, sosok-sosok penting di masa silam, dan itu bukan hanya sekedar ceritanya, melainkan beliau memang benar-benar mengalaminya sendiri. Namun dari berbagai kisah dan cerita, kali ini kami ingin fokus tentang tanggapan Mbah Mongin mengenai wabah virus Corona dan penangkalnya.

Menurut Mbah Mongin, segala yang terjadi saat ini memang sudah tiba pada waktunya, dimana tanah jawa (Indonesia) harus dikembalikan kembali wibawanya. Dan untuk mengembalikan kewibawaan tanah jawa memang diperkirakan akan diikuti dengan fenomena alam yang luar biasa seperti perkiraan Ramalan 7 Gunung Berapi dan Aktifnya 6 Gunung Berapi Saat ini, wabah corona yang sangat sulit diatasi dan lain sebagainya.

Lalu apa penangkal wabah atau pagebluk atau Corona menurut Mbah Mongin? Mungkin hal ini secara ilmiah tau medis atau ilmu Agama sedikit akan menimbulkan perdebatan, tidak masuk akal atau logika, tapi sekali lagi bahwa ini adalah penangkal menurut aliran kepercayaan Jawa. Penangkalnya cukup mudah asal kita yakin dan mau melakukanya :

Bambu Jawa Penolak Corona dan pagebluk
Bambu Jawa Penolak Corona dan pagebluk
  1. Berdoa di malam hari dengan Hening memohon kepada yang Maha Kuasa
  2. Taburkan garam di sudut-sudut rumah menjelang Magrib, cukup ambil garam secukupnya, lalu dibacakan doa menurut Agama masing-masing lalu taburkan di setiap sudut rumah dan depan pintu utama.
  3. Memasang Bambu Jawa yang panjangnya kira-kira 2 ros saja. Letakkan bambu itu didepan rumah, bisa dipasang agak diatas supaya tidak untuk mainan anak-anak. Menurut Mbah Mongin, dengan meletakan bambu jawa di depan rumah itu dapat menghindarkan kita dan keluarga dari balak dan marabahaya yang saat ini sedang melanda kita.

Jadi, apabila anda merasa bahwa itu baik untuk dilakukan dan tidak melanggar keyakinan Agama anda, maka silahkan digunakan demi kebaikan bersama. Tapi sekali lagi kembali kepada keyakinan masing-masing, tak perlu ada yang harus diperdebatkan. Yang terpenting kita sama-sama berdoa dan berusaha supaya wabah ini segera berlalu dan kita semua senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

, , , , ,
Artikel Terkait
Latest Posts from DalangSeno.com