Pepatah Jawa Ora Lokak Soyo Kebak Ora Wutah Sansoyo Wutuh Ora Roboh Lan Soyo Bakoh

Ada pepatah Jawa yang sangat Indah yaitu “Ora Lokak Soyo Kebak, Ora Wutah Sansoyo Wutuh, Ora Roboh Lan Soyo Bakoh”. Ada yang paham maksudnya? Kira-kira pepatah atau filosofi ini bermakna apa dan tepatnya digunakan untuk situasi apa ya? Mari kita bahas dan belajar bersama dalam postingan artikel kali ini. Tidak ada yang paling pintar, tidak ada yang paling benar karena kita sama-sama belajar mencari dan menemukan kebenaran itu sendiri.

Banyak sekali pepatah, pithutur dan wejangan jawa yang sangat indah, sangat bermakna dan baik jika kita sanggup melakukanya. Kali ini saya menemukan pepatah “Ora Lokak Soyo Kebak, Ora Wutah Sansoyo Wutuh, Ora Roboh Lan Soyo Bakoh” saat saya sedang menonton youtube, lalu saya mencoba mencari artinya dan mencoba memahami maknanya.

“Ora Lokak Soyo Kebak, Ora Wutah Sansoyo Wutuh, Ora Roboh Lan Soyo Bakoh”

“Tidak berkurang tapi semakin penuh, tidak tumpah tapi tetap utuh, tidak roboh tapi semakin kuat.”

Pepatah Jawa Ora Lokak Soyo Kebak Ora Wutah Sansoyo Wutuh Ora Roboh Lan Soyo Bakoh
Pepatah Jawa Ora Lokak Soyo Kebak Ora Wutah Sansoyo Wutuh Ora Roboh Lan Soyo Bakoh 2

Arti Pepatah Jawa “Ora Lokak Soyo Kebak, Ora Wutah Sansoyo Wutuh, Ora Roboh Lan Soyo Bakoh”

Kira-kira itulah artinya dalam bahasa Indonesia. Saat mengetahui artinya, pikiran saya langsung tertuju dalam 2 hal yaitu : Sedekah dan Iklas. Yaa,, pepatah ini nampaknya sangat tepat kita jadikan prinsip, filosopi dan pedoman dikehidupan kita sehari-hari terutama untuk semangat bersedekah dengan ikhlas. Bersedekah tanpa keiklasan tentu saja sia-sia, bukan iklas saja terhadap manusia, tapi terutama ikhlas terhadap Sang Pencipta.

Bersedekah itu awalnya memang berat, namun banyak juga yang sudah mempraktekanya tapi seperti dijadikan jimat atau syarat atau bahkan barter terhadap sang Pecipta. Bagaimana maksudnya? Saat ini kita sering melihat orang gemar dan rutin melakukan sedekah tapi ada embel-embel SUPAYA nya. Supaya keluarganya diberi kesehatan, supaya diberi keselamatan, supaya pekerjaan dan usahanya diberi kelancaran, dan supaya rejekinya semakin berlimpah. Apakah itu yang dinamakan Ikhlas terhadap Sang Pencipta?

Sedekah memang tidak akan menjadikan kita miskin dan kekurangan. Tapi akan lebih baik jika kita melakukan sedekah benar-benar dengan Ikhlas tanpa harus ada pikiran “Supaya”. Percayalah saja Kepada Allah bawah jika kita sudah melakukanya dengan tulus iklas, kita tetap akan menerima tanpa harus mengharapkanya. Percayalah bahwa timbal balik yang diberikan Allah pasti jauh lebih besar dari yang kita harapkan. Tapi kita tidak perlu melakukan sedekah dengan embel-embel Supaya, kenapa?

Karena saat kita sudah bersedekah tapi ternyata kita atau keluarga kita atau bisnis dan usaha kita mengalami masalah, maka kita pasti akan bertanya dan cenderung menyalahkan Allah seolah-olah bahwa kita sudah bersedekah tapi mengapa masih mendapatkan Musibah? Padahal kita tidak pernah tau bahwa sebenarnya yang berbentuk seperti musibah itu sebenarnya adalah Berkah, dan yang sepertinya seperti berkah itu bisa saja awal dari musibah.

Kembali ke Pepatah : “Ora Lokak Soyo Kebak, Ora Wutah Sansoyo Wutuh, Ora Roboh Lan Soyo Bakoh”, jujur pepatah ini merupakan pepatah yang sangat Agamis, ntah bagaimana dulu leluhur kita bisa menemukan prinsip yang penuh dengan keiklasan dan kepercayaan terhadap Sang Pencipta padahal dulu mereka belum tentu mengenal Agama apalagi Kitab Suci, tapi sanggup menemukan prinsip sedekah yang sangat luar biasa. Sungguh Agung kuasa Allah. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah mempraktekan prinsip ini dikehidupan kita sehari-hari. Lalu kalau kita tidak punya uang bagaimana?

Ingat, sebaik-baiknya memberi bukanlah dari kelebihan kita, melainkan dari kekurangan kita. Jika kita bergelimpahan harta lalu memberi, apa hebatnya? Tapi jika kita hidup pas-pasan bahkan kekurangan, tapi tetap merelakan untuk berbagi, pasti Tuhan pun akan terharu melihat kita. Dan memberi bukan hanya harus uang, melainkan bisa apapun baik berbentuk materi, tenaga, pikiran dan waktu.

Jika anda adalah orang yang sibuk dengan rutinitas yang sangat padat, namun saat ada tetangga yang membutuhkan bantuan dan anda tetap mau membantu dengan menyempatkan waktu anda, itu sama saja anda sudah bersedekah waktu, tenaga dan pikiran dari kekurangan anda sendiri dimana mungkin anda sendiri sebenarnya sangat kekurangan waktu untuk beristirahat atau berjalan-jalan.

Lalu apakah ada saat ini orang-orang yang mampu melakukan seperti ini? jawabanya ada, dan jujur saya masih sering menjumpai orang-orang seperti ini tapi justru bukan dari orang terpelajar dan berkecukupan, tapi malah dari orang yang pendidikanya rendah, ekonomi pas-pasan bahkan kurang, dan kehidupanya secara umum kita lihat sepertinya bisa dikatakan susah. Tapi mereka sanggup dan bahkan melakukanya benar-benar seperti sudah menjadi kebiasaan, tanpa ada beban dan penuh rasa iklas.

Jadi, mari kita bersama mulai belajar bersedekah dengan ikhlas yang benar-benar ikhlas. Jangan sampai pengetahuan kita, kapandaian kita, kekayaan dan kelebihan kita justru menjadi penghambat untuk berbagi dan membantu sesama. Terima kasih, semoga bermanfaat.

, , ,
Artikel Terkait
Latest Posts from DalangSeno.com