ramalan jayabaya

Ramalan Joyoboyo memang selalu asyik untuk dibahas dan dibicarakan. Tapi sebelum anda membacanya lebih jauh lagi, ada baiknya anda bersikap bijak bawasanya ini adalah sekedar ramalan, bisa saja terjadi bisa juga tidak. Apapun yang terjadi di Jagat Raya ini adalah hak sepenuhnya dari Sang Pencipta yang tidak akan pernah mampu diketahui oleh siapapun.

Kami membahas banyak artikel tentang ramalan bukan untuk membuat anda mempercayai begitu saja, tetapi menjadikan kita lebih waspada dan selalu mawas diri supaya kita selalu mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa dan selalu berusaha hidup lurus sesuai dengan perintahNya. Jadi jangan sampai salah pemahaman mengenai ramalan, tetapi ambil point positifnya bagi hidup anda.

Tahun 2020 sungguh tahun yang luar biasa bagi Dunia dan Indonesia. Indonesia harus menghadapi masalah berat yang juga sedang dihadapi oleh bangsa lain diseluruh dunia. Dan yang menjadi penambah kesedihan lagi adalah Indonesia harus kehilangan Sosok Maestro musik Jawa yaitu Didi Kempot pada tanggal 5 Mei 2020, dimana selama masa pandemi Covid-19 ini beliau berperan sangat banyak untuk rakyat Indonesia.

Didi Kempot menciptakan beberapa lagu tentang keadaan yang terjadi saat ini. Dia menciptakan lagu “Tamba Teka Lara Lunga”, “Ora iso Mulih” dan “Ojo Mudik” yang sangat penting untuk membantu pencegahan penyebaran Virus Corona saat ini. Didi Kempot juga menggagas Konser amal di Kompas TV dan berhasil mengumpulkan Donasi sebesar 7.6 Milyar. Sungguh besar jasamu Pakdhe Didi.

Kembali ke judul kita yaitu tentang Ramalan Joyoboyo yang berbunyi:

ramalan jayabaya 2020 tahun kembar
ramalan jayabaya 2020 tahun kembar

 Suk yen wes ketemu tahun kembar:

  • Bakale ono Langgar dadi bubar, Masjid korat-karit.
  • Kabah ora keambah, begajul podo ucul.
  • Akeh menungso sing podo tanpo upacara (Dimakamkan tanpa diupacarakan”
  • Kawulo cilik podo keluwen
  • Poro punggowo negoro makaryo nganti lali keluargo.
  • Satrio jowo ojo podo nggresulo, madep mantab marang sing Maha Kuasa

Sulit untuk tidak percaya, karena semua itu benar-banar cocok dan nyata terjadi di Tahun 2020 ini. Saat ini karena pandemi Virus Corona ini semua orang dihimbau dan bahkan dipaksa untuk berada dan beribadah di rumah. Tak peduli apapun suku adat dan agamanya. Mekah dan Vatican Sepi, rumah-rumah ibadah sepi, kegiatan keagamaan sepi, pemerintah bekerja luar biasa untuk bisa mengatasi masalah ini.

Beruntungnya ada pesan “Ojo podo nggresula, madep manteb marang sing Kuasa” yang artinya tidak usah mengeluh dan khawatir, percayalah pada yang Maha Kuasa. Tugas kita sebagai manusia adalah berjuang dan berusaha, apapun hasilnya asalkan kita sudah berusaha dan percaya pada yang Maha Kuasa pasti akan indah pada akhirnya. Seperti kata Cak Nun dibeberapa kesempatan, bahwa tidak penting Dunia ini, sehat atau sakit, kaya atau miskin, hidup atau mati, yang terpenting kita tidak punya masalah dengan Allah, kita OK dengan Allah.

Maka dari itu, saat ini adalah saat yang sangat baik untuk merenungi kehidupan ini supaya kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Manusia yang sesuai dengan kehendak Allah, bukan kehendak kita sendiri atau dunia ini. Tetap jaga kesehatan, selalu ikhtiar jika memang harus bekerja keluar rumah disaat seperti ini, jangan sampai sombong dan sok berani atau sok kuat disaat seperti ini, karena tanpa kita sadari bisa saja kita menjadi pembawa musibah bagi orang lain apabila kita tidak pandai menjaga diri. Salam sehat selalu.

, , , ,
Artikel Terkait
Latest Posts from DalangSeno.com