Semar Mbangun Kayangan

Semar Mbangun Kayangan adalah salah satu Lakon di pewayangan yang cukup populer dan sering sekali dibawakan oleh Dalang-dalang. Lakon ini sering sekali dan sangat cocok dibawakan dalam pagelaran wayang yang berthema Bersih Dusun atau Bersih Desa karena lakon ini sangat penuh dengan pesan moral yang sangat baik bagi tatanan kehidupan sebuah Dusun, Desa atau Wilayah.

Siapa Semar? Mengapa Semar? Semar adalah Bapak dari Petruk, Bagong dan Gareng atau yang lebih dikenal dengan sebutan Punokawan. Punokawan adalah orang yang mengasuh Pandawa. Walau jabatanya hanya pengasuh, namun Semar sebenarnya bukanlah orang sembarangan. Semar atau Sang Hyang Ismoyo adalah Putra dari Sang Hyang Tunggal atau Cucu dari Sang Hyang Wenang yang berasal dari Kayangan Alang-alang Kumitir.

Dari silsilahnya, maka jelas bahwa Semar sejatinya adalah Dewa yang menjelma menjadi manusia dan rakyat biasa. Oleh karena itu, munculnya keinginan Semar untuk membangun Kayangan bukanlah sekedar keinginan biasa, melainkan karena hasil perenungan dan rasa keprihatinan Semar melihat keadaan Kerajaan Amarta yang semakin memprihtainkan.

Namun untuk Semar Mbangun Kayangan, Semar membutuhkan 3 Pusaka Utama Pandawa yaitu :

Punokawan Semar Mbangun Kayangan
Punokawan Semar Mbangun Kayangan
  1. Jimat Jamus Kalimosodo
  2. Payung Tunggalnaga
  3. Tombak Karawelang

Disini kami bukan ingin membahas jalanya cerita, tapi lebih mengapa Semar harus membangun Kayangan? Apa Maksudnya? Apa Penyebabnya? Dan apa kaitanya dengan kehidupan yang terjadi dengan yang kita hadapi saat ini? Dan apakah kita bisa menemukan 3 Pusaka itu saat ini?

Dulu, konon ceritanya Kerajaan Amarta adalah Negeri yang rukun, damai, tentram dan sejahtera. Namun, dengan segala yang diberikan Sang Pencipta itu, banyak rakyat yang lalai dan terlena akan kenikmatan yang diberikan dan sudah mulai melupakan Sang Pencipta. Sampai akhirnya Semar yang memiliki kemampuan lebih menerawang masa depan melihat bahwa jika situasi ini tidak segera diatasi, maka akan terjadi pagebluk atau wabah yang sangat mengerikan.

Oleh karena itu Semar memaksa dengan mengutus Petruk, Bagong dan Gareng untuk menemui Pandawa dan menyampaikan perihal itu. Namun tentu saja hal itu tidaklah mudah, karena Pandawa juga tidak mungkin begitu saja melepaskan Senjata Pusaka Utama mereka ke tangan Semar yang hanya rakyat biasa.

Apa yang dimaksud dengan Mbangun Kayangan? Kayangan adalah Jiwa atau Roh yang mana kita sejatinya dan semestinya senantiasa Manunggal Kalian Gusti, ingat siapa penciptanya, ingat siapa dirinya, ingat dari mana asalnya, ingat apa manfaat dan peranya bagi sesama, dan ingat apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Sang Pencipta.

Situasi inilah yang mirip dengan keadaan kita saat ini, dimana hampir semua belahan dunia mengalami wabah yang sangat mematikan yaitu Virus Corona yang menghancurkan seluruh sektor kehidupan. Persebaranya yang begitu mudah dan sangat cepat membuat Virus Corona menyebar ke berbagai belahan penjuru Dunia, termasuk Indonesia. Yang sangat mengharukan adalah saat ini semua orang mau tidak mau dipaksa untuk berdiam dirumah, tidak saling berkunjung, berkumpul, termasuk kegiatan di rumah-rumah ibadah pun harus dihentikan.

Mungkin ini adalah situasi dimana Semar Mbangun Kayangan sedang benar-benar terjadi, dan untuk itu kita butuh 3 Pusaka tersebut:

  • Jimat Jamus Kalimosodo

Jimat Jamus Kalimosodo diartikan banyak orang sebagai Kalimat Syahadat. Artinya, setiap orang harus memiliki, memahami dan melaksanakan apa yang benar-benar sudah kita ucapkan dalam kalimat Syahadat tersebut sesuai dengan Agama dan Keyakinan masing-masing. Jika kita sudah bersyahadat, maka jangan lupa untuk melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

  • Payung Tunggalnaga

Payung adalah pelindung dari Hujan dan Panas terik matahari. Artinya kita sebagai manusia harus mampu menjadi pelindung dan pengayom baik bagi keluarga, tetangga dan sesama manusia. Jika kita hidup hanya memikirkan diri sendiri, mementingkan diri sendiri, cari aman sendiri, cari selamat sendiri, maka hakekat kehidupan tidak akan pernah tercapai.

  • Tombak Karawelang

Tombok itu Lurus. Filsofi ini yang harus dipakai untuk langkah hidup kita sebagai manusia. Lewat kalimat Syahadat ( Jamus Kalimosodo ) kita sudah diajarkan oleh Agama tentang ilmu dan tuntunan kehidupan untuk bisa menjadi manusia yang berguna, melindungai dan mengayomi bagi sesama manusia ( Payung Tunggalnaga), tapi itu semua tidaklah mudah.

Banyak sekali halangan, rintangan, godaan yang sangat berat dalam langkah hidup kita. Maka kita perlu Pusaka Satu lagi yaitu Tombak Karawelang yang artinya kita harus teguh, fokus, lurus, lempeng, dan jangan tergoda oleh godaan setan dan duniawi.

Jika setiap manusia mempunyai 3 pusaka tersebut dalam hidup dan mampu melakuaknya, maka yakinlah bahwa Tuhan akan senantiasa menjaga, melindungi dan melimpahakan rahmat berkat yang berlimpah pada umatNya.

, , , , , ,
Artikel Terkait
Latest Posts from DalangSeno.com